Jangan Lupa Bersyukur • Umat Muhammadiyah

Jangan Lupa Bersyukur • Umat Muhammadiyah

Rasa tidak puas yang ada pada diri kita jangan sampai menjadi suatu penghalang untuk kita mengucap syukur setiap saat. Ingatlah Allah dan perbanyak syukur..
.
.
#muhammadiyah #lensamu #takwa #iman #istiqomah #berkah #allahuakbar #alhamdulilah #islam #nasehat #muhasabah #islam #pencerahan #gerakanpembaruan #muhammadiyahgerakanku #ayatsuci #kekuatanalquran #teladan #petuahhidup #petunjukAllah #nasehat #berkemajuan #akhlakulkarimah #taat #hadist #kebaikanislam #muhasabah #ayojadibaik #hijrah

Pertolongan Dan Janji Allah

Pertolongan Dan Janji Allah

Jika punya masalah maka diselesaikan dengan sabar dan sholat, jika berbuat kebajikan maka kita akan memperoleh surga.

Sebagaimana dalam Firman Allah di Alquran..

اَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ جَنّٰتُ الْمَأْوٰى ۖ  نُزُلًاۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. As-Sajdah: Ayat 19)

Allah SWT berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ  ۗ  اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 153)

Tunangan Dalam Islam • Umat Muhammadiyah

Dalam Islam, tunangan sebagaimana praktek yang umumnya terjadi di tengah masyarakat tidak memiliki dasar baik dari al-Qur’an maupun hadis Nabi SAW, karena merupakan tradisi yang muncul dan berkembang dalam masyarakat tertentu.

Namun terkadang, istilah tunangan ini sering diidentikkan oleh sebagian orang dengan istilah khitbah. Padahal antara “Tunangan” dan “Khitbah” (melamar) memiliki perbedaan yang cukup mendasar.
Khitbah merupakan proses melamar wanita yang akan dinikahinya yang selanjutnya dalam waktu yang tidak terlalu lama dilanjutkan dengan proses pernikahan.

Khitbah menurut syari’at Islam adalah langkah penetapan atau penentuan sebelum pernikahan dilakukan dengan penuh kesadaran, kemantapan  dan ketenangan untuk menentukan pilihannya, sehingga tidak terlintas dalam benaknya untuk membatalkan pinangan tanpa ada faktor yang dibenarkan. Hal ini karena membatalkan pinangan dapat menyakiti perasaan wanita yang dipinang beserta keluarga besarnya, merusak kemuliaan dan nama baiknya, dapat memutuskan tali silaturrahim serta tidak sesuai dengan akhlak yang mulia (akhlaq karimah). Dengan demikian, khitbah merupakan sebuah proses pra nikah yang diperbolehkan dalam Islam.

Istilah khitbah dalam syari’at Islam dapat ditemukan dalam beberapa hadis Nabi saw., antara lain:
أَنَّ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا كَانَ يَقُولُ نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ [رواه البخارى] “Bahwa Ibnu Umar ra. [diriwayatkan] berkata, Nabi saw. telah melarang sebagian kalian untuk berjual beli atas jual beli saudaranya, dan janganlah seseorang meminang atas pinangan orang lain sehingga ia meninggalkannya atau ia telah diberi izin oleh sang peminang pertama.” [HR. al-Bukhari]. Sedangkan praktik tunangan dengan saling memakaikan cincin, saling pegangan atau bahkan dengan cium kening atau pipi pasangannya, dalam syari’at Islam termasuk sesuatu yang dilarang, karena dua insan yang menjalin ikatan pertunangan maupun khitbah tetaplah sebagai pasangan yang belum diikat dengan pernikahan yang syar’i.

Pindah Kiblat Dari Baitul Maqdis Ke Baitullah

Pindah Kiblat Dari Baitul Maqdis Ke Baitullah

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash dari Abu Ishaq dari al-Bara’ bin ‘Azib dia berkata,

“Aku shalat bersama Nabi Shallallahu’alaihiwasallam menghadap Baitul Maqdis selama enam belas bulan hingga turun ayat tersebut yang ada dalam surat al-Baqarah, “Dan di mana pun kamu berada maka palingkanlah wajah-wajahmu ke arahnya.” (QS.Albaqarah 124),

ayat tersebut turun setelah Nabi Shallallahu’alaihiwasallam shalat, lalu seorang laki-laki dari suatu kaum bertolak pergi, lalu dia berjalan bersama beberapa manusia dari kalangan Anshar, dan mereka shalat, lalu beliau menceritakannya kepada mereka, maka mereka menghadapkan wajah-wajah mereka ke Baitullah.”

HR. Muslim

Riwayat Adzan

Telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan al-Misma’i Malik bin Abdul Wahid dan Ishaq bin Ibrahim berkata Abu Ghassan telah menceritakan kepada kami Mu’adz dan berkata Ishaq telah mengabarkan kepada kami Mu’adz bin Hisyam,

sahabat ad-Dastawa’i dan telah menceritakan kepada kami bapakku dari Amir al-Ahwal dari Makhul dari Abdullah bin Muhairiz dari Abu Mahdzurah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari bapaknya adzan sebagai berikut;

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah).”

kemudian dia mengulanginya lagi seraya berkata; “Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anlaa ilaaha illallah (bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), Asyhadu anna muhammadar rasulullah (Aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah), Hayya ‘alash shalah (marilah kita mendirikan shalat) dua kali, Hayya ‘alal falah (marilah menuju kebahagiaan) dua kali.”

HR. Muslim

Amalan Dan Ilmu Spesial Yang Diajarkan Rasulullah Pada Abu Dzar

Telah menceritakan kepada kami Yazid telah mengabarkan kepada kami Al Mas’udi dari Abu Amru Asy Syami dari Ubaid bin Al Khasykhasy dari Abu Dzar berkata,

“Aku mendatangi Rasulullah Shallalahu ‘Alaihi Wasallam saat beliau sedang berada di dalam masjid, aku lalu duduk di hadapan beliau,

beliau pun bersabda: “Wahai Abu Dzar, engkau sudah shalat?” Aku menjawab, “Belum.” Beliau bersabda: “Berdiri dan shalatlah!” Aku pun beridiri dan shalat, lalu aku menemui beliau dan duduk, beliau bersabda kepadaku: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah pada Allah dari gangguan setan manusia dan Jin.” Aku bertanya,

“Wahai Rasulullah, apakah ada setan dari manusia?” Beliau menjawab: “Ya. Wahai Abu Dzar, apakah engkau mau aku tunjuki simpanan dari simpanan-simpanan surga?” Aku menjawab, “Ya, demi Ayah dan Ibuku.” Beliau bersabda: “Ucapkan LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLA BILLAHI (Tidak daya dan upaya kecuali karena Allah), karena ia adalah simapanan surga.” Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan shalat?”

Beliau menjawab: “Dia adalah sebaik-baik tempat, siapa yang ingin ia bisa memperbanyak atau mensedikitkan.” Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana dengan puasa? ‘ Beliau menjawab: “Dia adalah kewajiban yang penuh dengan pahala.” Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana dengan sedekah? ‘ Beliau menjawab: “Dia akan berlipat ganda dan akan bertambah selalu di sisi Allah.” Aku bertanya lagi, ‘Mana yang paling utama wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab: “Sunguh-sungguh dalam kekurangan atau merahasiakan pemberian pada kaum fakir.” Aku bertanya lagi,

‘Mana yang paling agung yang Allah turunkan padamu? ‘ Beliau menjawab: “ALLAHU LAA ILLAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUUM (ayat kursi), ” hingga akhir ayat. Aku bertanya lagi, ‘Siapa Nabi yang pertama? ‘ Beliau menjawab: “Adam.” Aku bertanya lagi, ‘Nabi yang bagaimanakah ia wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab: “Seorang Nabi yang diajak berbicara langsung oleh Allah.” Aku bertanya lagi, ‘Berapa jumlah rasul yang diutus wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab: “Tiga ratus lima belas, suatu jumlah yang sangat banyak.”

Hadits Diriwayatkan Ahmad

Ketika Rumah Orang Munafik Akan Dibakar Nabi

Ketika Rumah Orang Munafik Akan Dibakar Nabi

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Shalat yang dirasakan berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya` dan shalat subuh, sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.

•• Islam Nasehat ••

Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang dan ia mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar untuk menjumpai suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah mereka.”

(HR. Muslim)

http://www.islam-nasehat.tk

Umat Islam Yang Banyak Tapi Seperti Buih Di Lautan • Aulia Izzatunisa

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?”

beliau menjawab: “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.”

Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” beliau menjawab: “Cinta dunia dan takut mati.”

(HR. Abu Daud)

Tidak Ada Angka Sial • Aulia Izzatunisa

*📚 ANGKA SIAL ?*

✍🏼 Ust. Dr Firanda Andirja, MA berkata :

“Dalam Islam tidak ada hari sial, tempat sial, tidak ada angka sial, apalagi burung sial. *Yang ada maksiat membawa kesialan, dan ketaatan membawa keberkahan.*

Kapan anda bermaksiat maka keburukan dan kesialan mengancam mendatangi anda”
***
Catatan : Ketika muncul anggapan sial, maka segera buang jauh-jauh. Yakinlah ini takdir Allah yang terbaik untuk makhluknya. Ketika mendapatkan hal yang tidak mengenakkan, ucapkanlah:

اللَّهُمَّ لاَ يَأْتِى بِالْحَسَنَاتِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّئَاتِ إِلاَّ أَنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ

[Allahumma laa ya’ti bilhasanaati illa anta. Wa yadfa’us sayyi-ati illa anta. Wa laa hawla wa laa quwwata illa billah]

“Ya Allah, tiada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali engkau. Tidak ada yang dapat menolak bahaya kecuali engkau. Tidak ada daya dan upaya melainkan denganmu.”

📂 Islam itu Indah

•┈┈•••✦✿✦•••┈┈•

*